Our Blog

Mulai Musim Hujan, Hindari Hydroplaning Saat Jalanan Basah

Mulai Musim Hujan, Hindari Hydroplaning Saat Jalanan Basah

Memasuki penghujung September ini, hujan mulai turun di beberapa kota. Saat musim hujan tiba, ada banyak sekali persiapan yang harus dilakukan oleh pengendara. Tidak hanya persiapan teknis kendaraan, mereka juga perlu mempelajari teknik berkendara selama turun hujan untuk hindari hydroplaning.

 

Beberapa waktu lalu, Daihatsu mengadakan program Daihatsu Club Auto Clinic yang diikuti oleh beberapa klub mobil Daihatsu. Aktivitas coaching clinic ini membahas mengenai “Antisipasi Hydroplaning Saat Berkendara”.

 

Hydroplanning terjadi pada saat berkendara di jalanan basah. Gejalanya yaitu ban mengambang (tidak menyentuh jalan) ketika melewati genangan air karena ada air antara ban dan aspal. Pengemudi jelas harus waspada saat jalanan basah supaya mobil tidak selip karena hydroplaning tadi.

 

Hydroplaning terjadi pada saat berkendara di jalanan basah, yang menyebabkan ban mengambang (tidak menyentuh jalan) ketika melewati genangan air, yang paling terburuk dapat mengakibatkan kendaraan kehilangan kendali,” jelas Budi Mahendra selaku Executive Coordinator CSVC division PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

 

Cara Hindari Hydroplaning

Efek hydroplaning pada ban (Foto TyreBuyer)

Hydroplanning terjadi saat ban menginjak genangan air dengan kecepatan tinggi. Budi menjelaskan beberapa hal yang perlu diketahui pengemudi soal hydroplaning dan beberapa cara menghindarinya. berikut penjelasannya :

 

Kondisi Ban

 

Kondisi ban yang prima mutlak jadi hal yang sangat penting di musim hujan. Pastikan tapak ban masih cukup tebal dan groove ban juga masih dalam. Apabila ban sudah aus dan groove ban tipis, sebaiknya pilih ban yang direkomendasikan untuk permukaan kering dan basah.

 

Tekanan Angin

 

Sebelum berkendara, Carmudian perlu memeriksa tekanan angin pada ban. Pastikan tekanan angin sudah sesuai dengan standar tekanan angin yang ditetapkan (sesuai dengan spesifikasi standar masing-masing kendaraan).

 

Kecepatan

 

Hal terakhir yang kerap terabaikan yaitu kecepatan kendaraan. Saat berkendara di musim hujan jaga kecepatan maksimal kendaraan 70 km/jam. Tidak hanya itu, Anda juga perlu memperhatikan kecepatan kendaraan disekitar.

 

Menjaga kecepatan mobil bertujuan meminimalisir terjadinya selip pada kondisi jalan basah. Ban yang kurang mencengkram berpotensi menyebabkan hydroplaning dan risiko kecelakaan semakin tinggi.

Leave A Comment

Call Now Button