Cara Mengembalikan Pelanggan yang Hilang agar Jualan Laris

Cara Mengembalikan Pelanggan yang Hilang agar Jualan Laris

Beginilah Cara Mengembalikan Pelanggan yang Hilang agar Jualan Laris Kembali

Pada dasar nya dunia bisnis bisa terbilang sangat kejam bila kita tidak mempunyai sebuah inovasi terbaru, para kompetitor sudah mulai berbenah diri membuat perubahan terhadap bisnisnya.

Apabila kita tidak menerima perubahan maka anda harus bersiap diri menerima kenyataan konsumen berpindah ke lain hati, lalu bagaimana caranya mengembalikan pelanggan yang hilang itu?

Sebelumnya kita cari tahu terlebih dahulu penyebab mengapa akhir-akhir ini toko atau usaha anda sepi.

Kalau perlu setiap bulan lakukan evaluasi dan buat kotak kritik atau saran. Bila dirasa hal itu tidak ampuh, lakukan voting secara online dan minta pendapat mereka mengenai produk/pelayanan selama memakai produk, datang ke toko dan lain sebagainya.

Langsung meminta maaf kepada konsumen jika memang pelayanan kurang prima. Buatlah analisa SWOT.

Analisa SWOT adalah metode perancanaan strategis untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam dunia usaha / bisnis.

Sebagai informasi tambahan bagi kita semua bahwa belajar keuangan juga sangatlah penting supaya seluruh kegiatan dapat berjalan lancar serta tidak terhambat oleh masalah biaya.

Manfaat dari analisa SWOT untuk mempermudah anda mengambil keputusan untuk menghindari kecerobohan yang merugikan dimasa mendatang.

Anda seorang pengusaha kuliner?

Dalam buku menu buatlah makan Best Seller dan Recommended, serta tambahkan menu baru agar membuat pelanggan tertarik.

Cara Mengembalikan Pelanggan yang Hilang

  1. Mengenali Kebutuhan Customer

Sebenarnya apa yang dibutuhkan pelanggan? Apakah peningkatan kualitas produk, infrastruktur ruangan, pelayanan yang harus diperbaiki, hal lainnya? Untuk mengetahuinya coba buat mereka “curhat”.

  1. Berikan Bonus Tambahan

Customer pasti akan merasa sangat senang bila diberikan bonus tambahan. Anda harus senantiasa berpikir dan mengembangkan sistem bonus secara kreatif. Contohnya, setiap customer berbelanja atau makan di restoran kami sebanyak 5 kali anda akan mendapatkan voucher sebesar Rp. 50.000,-.

Gunakan cara tersebut agar pelanggan kembali lagi kembali lagi untuk mendapatkan bonus.

  1. Berikan Garansi

Setiap produk yang dibeli oleh customer jangan lupa untuk memberikan jaminan agar mereka yakin membeli.

Garansi merupakan jaminan bahwa barang atau jasa yang anda produksi memang mempunyai kualitas terbaik.

Berikan garansi dalam jangka waktu tertentu, tidak perlu ragu untuk mermberikan garansi kalau anda memang sangat yakin produk jasa atau barang yang dijual mempunyai kualitas terbaik dari kompetitor.

Hal itu tentunya bukan masalah besar justru akan membuat pelanggan yakin untuk selalu untuk repeat order.

  1. Berikan Diskon

Terkadang memberikan potongan harga tidak selalu ampuh. Ada cara mengembalikan konsumen yang hilang dengan potongan harga bila konsumen membuat kartu member.

Setiap member berbelanja akan mendaptkan diskon dibandingkan konsumen yang belum bergabung menjadi member.

Sampai sini sudah paham mengenai perbedaanya?

Otomatis pelanggan yang telah menjadi member akan mendapatkan keuntungan 2x lipat dibandingkan yang belum menjadi member.

  1. Ubah Konsep

Mengubah konsep otomatis akan ada biaya operasional lebih, sebelumnya harus dipikirkan terlebih dahulu berapa budget yang harus dikeluarkan.

Bila dana sudah ada tapi tidak bisa menutupi biaya lainnya, anda bisa mengajukan pinjaman. Besarnya pinjaman sesuaikan dengan dana yang dibutuhkan. Pelaku usaha biasanya menggadaikan minimal BPKB mobil atau sertifikat rumah.

Plafon pencairan, sangat besar dibandingkan kalau anda menggadaikan BPKB motor.

Hal tersebut berlaku apabila bisnis anda sudah berkembang, kalau masih merintis dan butuh modal usaha lebih baik gadaikan BPKB Motor.

  1. Sering Berinteraksi dengan Customer

Anda harus membiasakan para karyawan atau pelayan restoran untuk menyambut pelanggan yang datang dengan ramah. Menanyakan ingin memesan apa, infokan kursi kosong dan lain sebagainya.

Interaksi dnegan pelanggan pun bisa dilakukan juga di dunia maya, dengan membuat survey lucu mengenai makanan kesukaan, tempat kesukaan atau hobi.

  1. Mintalah Kritik dan Saran

Point terakhir tak kalah penting ialah meminta pendapat dan masukan kira-kira apa yang kurang dari restoran yang anda kelola.

Misal, ada pelanggan mengeluh tentang kebersihan toilet. Karyawan anda harus merespon segera dan memperbaiki. Bukannya hanya mengeiyakan tanpa adanya perubahan.

Kalau seperti jangan heran kalau perlahan-lahan konsumen anda tidak mau kembali.

Pelaku usaha yang sudah berputus asa karena tidak tahu bagaimana cara mengembalikan konsumen yang hilang akan selalu menurunkan harga karena merasa kalah dari kompetitor bukannlah solusi tepat.

Karena akan ada beberapa hal yang anda kurangi seperti biaya operasional dan gaji karyawan demi menutupi keuntungan perbulan.

Suatu perusahaan juga bisa menerapkan konsep pemasaran segmenting, targeting, positioning (STP).

Segmentasi

Konsep awal segmenting proses dimana seorang pemasar mengkategorikan semua target / pelanggan potensial.

Tujuan segmentasi perusahaan akan lebih fokus dalam mengalokasikan dan mendistribusikan produk karena sudah sesuai pasar, segmentasi dapat melihat sudut pandang unik orang lain sehingga bisa mengambil keputusan dan ini merupakan kunci sukses untuk mengalahkan pesaing.

Terdapat tiga pola segmentasi pasar antara lain: 1) Homogeneus preference, 2) Diffused preference, 3) Clustered preference.

Segmentasi mendasar tergantung dari jenis produk dan jasa yang ditawarkan.

Dasar segmentasi meliputi 3 hal yaitu :

1) Segmentasi geografik. Membagi pasar menjadi beberapa bagian secara geografik (lokasi).

2) Demografik. Pembagian pasar berdasarkan umur, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, tempat tinggal, agama ras, dan kebangsaan.

3) Psikografis. Berkaitan dengan kelas sosial, gaya hidup dan kepribadian.

Syarat segmentasi agar berjalan secara efektif :

  1. Terukur. Harus bisa mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.
  2. Segmen perusahaan harus besar dan banyak sehingga profitable untuk dilayani.
  3. Dapat diakses. Keterjangkauan pengguna juga merupakan syarat penting agar mudah melayani para customer. Hal ini masih ada kaitannya dengan bagaimana cara mengembalikan pelanggan yang hilang poin ke-5.
  4. Dapat dibedakan. Segmentasi tersebut harus dapat dibedakan dengan jelas antara 1 dengan yang lainnya.
  5. Dapat dilayani. Melayani seluruh konsumen ke seluruh daerah bahkan pelosok bisa menjadi nilai plus perusahaan.

Karena mempermudah mereka mendapatkan hal yang memang dibutuhkan kembali lagi kepada jenis produk dan jasa yang perusahaan anda jalankan.

Targeting

Cara mengembalikan pelanggan yang hilang setelah serangkaian proses segmentasi selanjutnya ke tahap evaluasi untuk menentukan segmen mana yang akan dijadikan target.

Cara Mengembalikan Pelanggan yang Hilang dengan Pola membidik Niche (Target Pasar)

  1. Single Segment Concentration

Hanya berfokus pada 1 segmentasi dengan begitu perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat. Dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen bisa mencapai hasil maksimal.

Kekurangan daru pola ini adalah kekurangan konsentrasi di satu segmen mempunyai potensi resiko cukup besar.

  1. Selective Specialization

Perusahaan barang / jasa menyeleksi segmen. Segmentasi tersebut tidak saling berhubungan. Walaupun tidak saling berhubungan antara 1 dengan yang lainnya tetap memberikan keutungan terhadap perusahaan. Ini juga bisa mejadi langkah antisipasi kerugian.

  1. Product Specialization

Cara ini bisa membentuk branding perusahaan melalui produk spresifik, resikonya terletak pada kekurangan bahan dalam pembuatan produknya atau keterlambatan dalam melakukan perubahan teknologi.

  1. Market Specialization

Melayani kebutuhan konsumen dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru. Kerugian akan muncul bila kelompok tersebut mengurangi pembelian.

  1. Full Market Coverage

Perusahaan besar yang sudah mempunyai modal besar dan branding super kuat bisa melakukan targeting full market.

Demi menciptakan kepuasaan konsumen perusahaan menyiapkan banyak produk demi mempermudah masyarakat mendapatkan barang sesuai kebutuhan. Mereka menyadari keberagamaan tingkat ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Positioning

  1. Market Leader

Cenderung menguasai pasar, dari faktor modal pun sudah besar dan image positif telah terbentuk sejak lama. Modernisasi hingga pengembangan produk yang selalu berhasil dibandingkan kompetitor.

Perusahaan tipe market leader ini sudah tahu cara mengembalikan pelanggan yang hilang.

  1. Challenger

Memposisikan diri sebagai penantang, selalu berusaha menggeser market leader. Mulai dari pengembangan produk dan promosi secara gencar-gencaran hingga penerapan harga dibawah harga normal (mematikan harga pasaran).

  1. Follower

Perusahaan “cari aman” menjadikan market leader sebagai panutan dalam menentukan harga pasar, inovasi dan teknologi.

Dilihat dari tahapan-tahapan diatas pasti dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

Selanjutnya konsep tersebut dicampur menjadi strategi marketing mix yang terbagi atas : Product, Price, Place, dan Promotion (4P).

Product

Dibagi menjadi 2 bagian produk fisik dan digital. Kita tentu harus memperhatikan kualitas produk itu sendiri.

Price

Jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan kombinasi antara barang dan pelayanannya. Harga baru akan ditetapkan bila barang sudah siap untuk dipasarkan ke publik.

Place

Berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa. Dimana produk yang dipasarkan akan sampai kepada konsumen.

Promotion

Sebuah aktivitas memperkenalkan suatu produk sifatnya merayu dan membujuk agar calon konsumen tertarik.

Ini merupakan trik untuk meningkatkan penjualan, jadi jangan asal dalam mempromosikan atau membuat iklan.

Bukannya profit malah merugi, modal habis hanya untuk promosi saja. Kalau dari awal memang tersendat masalah uang langsung ajukan pinjaman dana sesuai kebutuhan, dan gunakan dengan bijak.

Buatlah iklan berbeda dari kompetitor sehingga orang langsung tergugah untuk menggunakan barang dan jasa perusahaan. Sampai konsumen terpikat membeli barang dagangan.

Ini bisa  menjadi salah satu cara mengembalikan pelanggan yang hilang dan mempertahankan pelanggan tersebut agar selalu berkunjung ke tempat usaha / memakai produk /  merekomendasasikan ke orang terdekat.

Namun ternyata akhir-akhir ini hampir semua perusahaan memperluas konsep 4P tadi, tambahannya yaitu : People, Process dan Physical Evidence (dipakai usaha jasa).

People

Orang-orang yang membantu dalam mempromosikan brand perusahaan kepada calon pembeli. Tim / karyawan yang ikut andil memajukan perusahaan memberikan kritik dan saran demi kemjuan bersama.

Process

Bukan proses transaksi antara penjual dengan pembeli, tetapi lebih kepada bagaimana pelayanan.

Physical Evidence

Lingkungan fisik bisa berupa fasilitas, simbol atau logo perusahaan, visi atau kartu nama yang masih ada hubungannya dengan aktivitas memasarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Call Now Button